OMMHA merupakan studi percontohan untuk mengembangkan Atlas Layanan Kesehatan Jiwa, yaitu sistem informasi geospasial yang memetakan keberadaan, persebaran, dan jenis-jenis layanan kesehatan jiwa secara komprehensif dan terstandar. Standardisasi klasifikasi jenis-jenis layanan diperlukan karena setiap penyedia layanan dapat memiliki bentuk kelembagaan, cara penyelenggaraan, dan istilah yang berbeda dalam menyebut layanan yang diberikan. Perbedaan tersebut dapat menyulitkan proses identifikasi dan perbandingan ketersediaan layanan antarpenyedia maupun antarwilayah. Melalui klasifikasi yang terstandar, layanan yang diselenggarakan oleh berbagai institusi dapat dipetakan dan dibandingkan berdasarkan fungsi layanan yang benar-benar diberikan kepada masyarakat, bukan hanya berdasarkan nama atau bentuk lembaganya.
Penelitian OMMHA memiliki dua tujuan utama. Pertama, memetakan jenis-jenis layanan kesehatan jiwa yang tersedia di Kabupaten Kebumen menggunakan klasifikasi layanan kesehatan jiwa yang terstandar. Kedua, memahami bagaimana layanan kesehatan jiwa di Kabupaten Kebumen diakses dan dimanfaatkan, baik pada layanan berbasis fasilitas kesehatan maupun non-fasilitas kesehatan. Pemanfaatan layanan tersebut dipelajari dari perspektif pasien, keluarga atau caregiver, penyedia layanan, tenaga kesehatan, pengelola layanan, dan pembuat kebijakan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang memadukan metode kuantitatif dan kualitatif. Klasifikasi layanan dikembangkan dengan mengadaptasi kerangka Description and Evaluation of Services and Directories for Long-Term Care (DESDE-LTC), sedangkan penjaminan mutu proses adaptasinya menggunakan Global Impact Analytics Framework (GIAF). Pengumpulan data dilakukan melalui survei pemetaan, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD).
Survei pemetaan mencakup berbagai penyedia layanan kesehatan jiwa di Kabupaten Kebumen. Penyedia tersebut meliputi fasilitas kesehatan, seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Biro atau Klinik Psikologi, dan Praktik Dokter Mandiri, serta penyedia non-fasilitas kesehatan, seperti lembaga sosial dan keagamaan, organisasi berbasis komunitas, Kader Kesehatan, Posyandu Jiwa, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta penyedia layanan berbasis agama dan tradisi. Cakupan ini digunakan untuk menggambarkan keragaman layanan kesehatan jiwa yang tersedia dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Penelitian OMMHA dilaksanakan pada Oktober 2025 sampai dengan Maret 2027 di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Pemilihan Kabupaten Kebumen merupakan bagian dari kelanjutan komitmen Pusat Rehabilitasi YAKKUM dalam mendukung penguatan layanan kesehatan jiwa di wilayah tersebut. Sejak 2023, Pusat Rehabilitasi YAKKUM telah menjalankan Program DIGNITY (Disability Inclusion Through Strengthening Local to National Policy and Capacity) di Kabupaten Kebumen. Salah satu tujuan program tersebut adalah mendorong terpenuhinya akses penyandang disabilitas psikososial terhadap layanan yang inklusif dan nondiskriminatif, serta memberikan perlindungan dari kekerasan.
Penelitian OMMHA dilaksanakan melalui kolaborasi antara Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, dan The University of Sydney, dengan dukungan KONEKSI–Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT). Penelitian ini juga melibatkan Kelompok Penasihat Penelitian di tingkat nasional dan Kabupaten Kebumen, serta Kelompok Teknis Pengembang Atlas Layanan Kesehatan Jiwa Kabupaten Kebumen sebagai co-designer. Pelibatan berbagai pihak tersebut bertujuan memastikan agar proses dan hasil penelitian sesuai dengan konteks kebijakan, sistem layanan, serta kebutuhan masyarakat.
Luaran utama penelitian ini adalah Atlas Layanan Kesehatan Jiwa Kabupaten Kebumen berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS), yang dapat diakses oleh publik melalui portal web. Penelitian ini juga menghasilkan Klasifikasi OMMHA sebagai hasil adaptasi DESDE-LTC ke dalam konteks penyelenggaraan layanan kesehatan jiwa di Kabupaten Kebumen.
Atlas dan klasifikasi tersebut diharapkan dapat menyediakan informasi yang lebih utuh mengenai persebaran, keragaman, dan karakteristik layanan kesehatan jiwa. Hasil penelitian dapat dimanfaatkan untuk mengidentifikasi kesenjangan layanan, mendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan berbasis bukti, serta memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas lembaga dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan jiwa.